Aksi Nyata
Modul
3.1 Pengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran
Meningkatkan
motivasi dan kemauan guru-guru di sekolah untuk merancang pembelajaran yang bermakna dengan pendekatan dan berbagi
pada rekan kerja di sekolah
Program
: Pelaksanaan pertemuan komunitas
praktisi (Ombak manampur Bagantian) sekolah untuk membahas pembelajaran yang
bermakna
A. Deskripsi
Kegiatan Aksi Nyata
1. Latar
Belakang
Pendidikan merupakan tanggungjawab
bersama semua pihak. Dalam dunia pendidikan sasaran utama proses pendidikan
adalah peserta didik. Sedangkan pihak yang paling depan berhubungan dengan
peserta didik adalah tenaga pendidik (Guru). Guru yang diharapkan hadir di
depan peserta didik adalah guru yang selalu mau belajar, mengikuti
perubahan-perubahan dalam dunia pendidikan dengan tujuan memberikan suatu
pembelajaran yang bermakna bagi murid.
UPTD SD Negeri Muara Asam-Asam adalah
satu-satunya Sekolah Dasar yang ada di Desa Muara Asam-Asam. Desa ini berada di
pesisir pantai, jarak antara desa dengan Jalan utama (jalan Besar lintas
Kabupaten dan provinsi) adalah 8 Km. Sedangkan jarak ke Kecamatan dan kantor
Koodinator Wilayah Pendidikan adalah 20 Km. Dan Jarak ke Kabupaten dan dinas
pendidikan adalah 46 Km. Letak sekolah yang jauh menyebabkan sekolah ini sangat
jarang dikunjungi oleh pihak-pihak yang terkait. Sehingga sekolah ini sering
kali disebut sekolah pinggiran. Melihat kenyataan diatas ada dampak buruk yang
terjadi yaitu perasaan berada di zona nyaman, sehingga menyebabkan semangat
guru-guru untuk memberikan yang terbaik bagi peserta didik sangat lemah.
Nilai kedisiplinan sendiri sangat
kurang. Ada peraturan bel berbunyi pukul 08.00 Wita. Seminggu pertama anak-anak
dengan patuh berbaris didepan kelas saat bel berbunyi, tetapi kenyataan bahwa
banyak guru yang belum datang membuat murid mengabaikan bunyi bel. Guru-guru
yang sudah datang sebelum bel atau tepat saat bel diabaikan oleh murid, mereka
beralasan guru kelas mereka belum datang. Selain itu dalam kegiatan
pembelajaran, guru-guru merasa hanya perlu masuk kelas, duduk, menyampaikan
materi, kemudian pulang. Guru tidak memikirkan perlu ada perubahan karena
mereka pikir tak ada yang memantau kegiatan belajar di sekolah. Memang salah
satu masalah juga karena dari jumlah guru 12 orang, PNS hanya 4 orang dan 8
orang adalah tenaga honorer. Selain kenyataan tersebut, semua guru kelas
menghandle semua mata pelajaran yang berjumlah 10 mata pelajaran yaitu PPKn,
Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu
Pengetahuan Sosial, SBdP, PJOK, Pendidikan AlQuran, dan Budaya Daerah. Sekolah
tidak memiliki guru agama dan guru olahraga apalagi guru seni budaya.
Dalam hal ini, penulis sebagai salah
satu guru di sekolah tersbut merasa sangat menyayangkan keadaan tersebut.
Penulis
yang
pada kenyataannya belum terlalu lama di sekolah tersebut sering kali
menyampaikan keluhan tersebut secara langsung, akan tetapi rekan guru yang
sudah terbiasa dalam zona nyaman mengabaikan saja. Apalagi saat kepala sekolah
juga tidak bisa merubah cara pandang dari guru-guru tersebut.
Melihat semua kenyataan diatas,
penulis sebagai salah satu calon guru penggerak berinisiatif untuk menyampaikan
hasil kegiatan kepada semua guru dengan harapan sedikit demi sedikit guru-guru
bisa berubah ke arah yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada murid di
sekolah.
2. Pelaksanaan
Kegiatan
Kegiatan yang dilaksanakan sebagai
bentuk aksi nyata dari modul pengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran
yaitu dengan membentuk suatu komunitas di sekolah dengan tujuan sebagai wadah
untuk saling berbagi seputar informasi dunia pendidikan, berlatih bersama
merancang kegiatan pembelajaran, dan tempat memecahkan masalah-masalah seputar
kegiatan pembelajaran di sekolah.
Kegiatan ini dilakukan dengan alasan
untuk memotivasi dan memunculkan keinginan dari diri para guru untuk bisa memberikan
pelayanan pembelajaran dengan baik. Tanpa melihat apakah ada yang datang
memantau ataupun tidak. Sebagai salah satu guru di sekolah ini, penulis sangat
berharap semua guru di sekolah ini memiliki visi dan misi yang sama untuk
sekolah.
Agenda kegiatan yang telah
dilaksanakan adalah sebagai berikut:
a. Pertemuan
rutin komunitas praktisi sekolah, untuk membicarakan peran guru dalam kegiatan
pembelajaran berpusat pada murid, serta pemahaman mengenai visi misi sekolah
yang berpusat pada murid (Selasa, 6 April 2021)
b.
Pemantapan visi misi sekolah yang berpusat pada murid
(Senin, 12 April 2021)
c. Pemantapan
pembelajaran yang berpusat pada murid (pembelajaran berdiferensiasi,
pembelajaran sosial emosional, dan coaching) (Selasa, 20 April 2021)
d. Pembuatan
Rencana Pembelajaran yang Berpusat Pada Murid ( Selama 1 Minggu)
3. Hasil
Kegiatan
Agenda kegiatan yang direncanakan
berjalan sesuai harapan. Kegiatan berbagi dalam upaya memotivasi semangat
belajar para guru mendapatkan hasil yang baik dan cukup memuaskan. Pada awal
kegiatan penulis berdiskusi bersama rekan kerja (Guru) yang memang memiliki
ketertarikan dan pemikiran yang sama dengan penulis serta diketahui oleh kepala
seolah sebagai penanggungjawab terlaksananya kegiatan. Kegiatan ini sebagai
bentuk pengambilan keputusan tentang kegiatan berbagi untuk memotivasi
guru-guru untuk mau sama-sama belajar merancang pembelajaran yang berpusat pada
murid. Hasilnya disepakati adanya pertemuan guru secara keseluruhan untuk
membahas mengenai visi misi sekolah yang berpusat pada murid.
Foto
Kegiatan 1
Selanjutnya penulis bersama rekan
kerja berbagi pengalaman mengenai kegiatan pembelajaran yang sering dilakukan
dikelas serta membahas bagaimana idealnya kegiatan pembelajaran yang berpusat
pada murid. Adapun hasil dari kegiatan ini akan dibawa pada pertemuan komunitas
yang mengharuskan semua guru hadir pada kegiatan.
Foto
Kegiatan 2
Pada Pertemuan komunitas praktisi
kegiatan berupa penyampaian sebagai bentuk pemantapan visi misi yang berpusat
pada murid. Hasil kegiatan ini semua guru menyetujui visi dan misi yang telah
dirancang.
Foto Kegiatan 3
Selanjutnya kegiatan penyampaian mengenai pembelajaran
yang berpusat pada murid. Semua guru hadir pada kegiatan ini, hasil dari
kegiatan semua guru menjadi mengetahui mengenai pembelajaran berdiferensiasi,
KSE, dan coaching sebagai upaya pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang berpusat
pada murid.
Foto
Kegiatan 4
Dari hasil kegiatan maka dibuatlah
kesepakatan membuat rencana pembelajaran dengan penulis sebagai pembimbing
kegiatan pada beberapa guru yang siap.
Foto
kegiatan 5
Rekap
Hasil Kegiatan berbagi komunitas Praktisi “ Ombak Manampur Bagantian” sebagai
berikut:
|
NO
|
Kegiatan
|
Jumlah Guru Yang
hadir
|
Hasil Kegiatan
|
|
1.
|
Penyampaian
rencana berbagi pada komunitas sekolah
|
6 Orang
|
Disepakati
diadakan pertemuan komunitas praktisi
|
|
2.
|
Pemantapan Visi
Misi dan sharing pembelajaran berpusat pada murid
|
7 Orang
|
Kesepakatan
membuat rencana pembelajaran berdiferensiasi
|
|
3.
|
Penyampaian Pembelajaran Berpusat Pada Murid
|
13 Orang
|
Materi
tersampaikan dengan baik
|
|
4.
|
Pembuatan
rencana pembelajaran berpusat pada murid
|
Bimbingan kepada
6 Orang guru
|
Berjalan dengan
baik
|
B. Perasaan
Saat Dan Sesudah Pelaksanaan Aksi Nyata
Melihat pada latar belakang kegiatan,
pada saat melaksanakan aksi nyata ada rasa kurang percaya diri namun semua
perasaan harus dikalahkan oleh rasa optimis. Selama kita melakukan sesuatu
untuk kebaikan maka hasilnya akan baik. Tujuan dari kegiatan adalah untuk
sama-sama membangun kegiatan pembelajaran yang lebih baik. Guru adalah pemeran
utama yang harus bisa mendesain dan merancang kegiatan agar bisa memberikan
makna terhadap murid.
Setelah kegiatan dengan adanya
dukungan dari rekan sejawat dan kepala sekolah membuat perasaan lebih lega dan
lebih bersemangat untuk merancang kegiatan yang lebih baik lagi. Meskipun memang
tidak semua guru mendukung kegiatan dan ada yang tidak merespon, tetapi lama
kelamaan perasaan tetap bahagia karena masih banyak guru yang lebih merespon
dan lebih mendukung kegiatan.
C. Pembelajaran
Dari Kegiatan Yang Dilakukan
Perubahan memerlukan perencanaan yang
tersusun dengan baik, selain itu dukungan dan kerjasama menjadi poin penting
dalam menjalankan suatu kegiatan. Belajar tidak mengenal usia, tetapi
memerlukan tekad yang kuat serta motivasi. Usia berapapun masih selalu perlu
belajar, bahkan orang yang senantiasa belajar akan selalu merasa kurang. Sifat
ilmu yang sangat kaya dan luas, membuat kita ingin lebih mengetahui hal-hal
lain di dunia ini. Setiap orang yang memiliki motivasi kuat dalam kehidupannya
akan selalu ingin memberikan yang terbaik, demikian juga guru. Seorang guru
yang memiliki motivasi untuk mengabdi dengan pengabdian terbaik akan selalu
memberikan yang terbaik untuk murid-muridnya. Hidup itu belajar dan terus
belajar.
Setiap orang, sebaik dan sempurna sekalipun pasti ada
yang tidak menyukai. Walau demikian abaikan saja orang-orang negatif dan
berfokuslah pada orang-orang yang tulus mendukung dan memberikan aura positif,
maka optimis akan selalu terpancar dari diri kita.
D.
Rencana
Penerapan Ke Depan
Berpatokan pada hasil kegiatan, maka
ke depannya kegiatan berbagi melalui komunitas praktisi sebagai bentuk kegiatan
motivasi belajar guru akan selalu diprogramkan menjadi kegiatan rutin bulanan.
Pada pelaksanaan aksi nyata yang
menjadi narasumber secara 4 kali berturut-turut adalah penulis sebagai seorang
CGP. Untuk ke depannya di dalam komunitas ini, semua guru memiliki kesempatan
yang sama untuk menjadi narasumber berbagi praktik baik di kelasnya. Selain itu
juga direncanakan akan mengundang narasumber dari sekolah lain sebagai salah
satu sumber tambahan belajar semua guru.
Aksi
Nyata
Modul
3.2 Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya
Mengelola
aset-aset yang dimiliki sekolah untuk meningkatkan proses kegiatan belajar murid
Program:
Menyiapkan
lingkungan kelas yang menyenangkan di sekolah (Persiapan tatap Muka
Mempercantik Kelas dengan Mengecat kelas dan membuat pojok baca di kelas)
A. Deskripsi
Kegiatan Aksi Nyata
1. Latar
Belakang
Selama ini pada kenyataannya saat
ingin melangkah maju, kita selalu terbentur yang namanya kekurangan. Kurang
ini, kurang itu, hingga akhirnya tak ada perubahan yang terjadi. Kita terlalu
berpokus pada masalah. Dari materi pada modul Pemimpin dalam pengelolaan sumber
daya, seperti membuka mata yang selama ini terpejam atau hanya terbuka sebelah,
kita diajak untuk membuka mata sepenuhnya dan mencari kelebihan-kelebihan yang
dimiliki sebagai potensi untuk melakukan perubahan.
UPTD SD Negeri Muara Asam-Asam adalah
sebuah sekolah yang terletak di Desa Muara Asam-Asam, Kecamatan Jorong,
Kabupaten Tanah Laut. Terletak di pinggir laut dengan masyarakat sebagian besar
bermata pencaharian sebagai nelayan. Sekolah kami disebut sekolah pinggiran,
dengan karakter masyarakat yang cukup keras.
Ada 12 ruang kelas, ada halaman di sekolah ini. Selama ini setiap ingin
melaksanakan program seperti kerindangan atau pebuatan taman selalu tidak bisa
terwujud karena adanya hewan ternak milik masyarakat seperti kambing dan sapi
yang bebas berkeliaran di halaman sekolah. Masalah ini sebenarnya sudah di
musyawarahkan hingga tingkat desa, tetapi tetap saja tidak ada perubahan.
Pengajuan pembuatan pagar di anggaran desa juga hingga bertahun-tahun lamanya
belum bisa direalisasikan.
Melihat kenyataan tersebut, maka
untuk membentuk lingkungan belajar yang menyenangkan bagi murid kami fokuskan
ke ruangan kelas. Sekolah kami hanya memiliki halaman depan, sedangkan halaman
belakang tidak ada. Tanah dibelakang sekolah adalah milik warga. Awalnya tanah
sekolah kami terbentang mulai jalan raya hingga pantai di belakang sekolah.
Akan tetapi tanah sekolah yang berasal dari hibah tersebut pada tahun 2015
digugat oleh cucu dari penghibah sebagai tanah miliknya. Karena surat menyurat
yang tidak kuat, maka sekolah kalah, dan hanya mendapatkan tanah seluas
bangunan sekolah yang sudah berdiri.
Walau demikian kami hanya melihat
pada aset yang dimiliki sekolah saja, sebagai potensi untuk pengembangan
kemajuan sekolah ke depannya.
2. Pelaksanaan
Kegiatan
Sebagai bentuk aksi nyata dari pengelolaan
sumber daya di sekolah. Kami sepakat berfokus pada aset fisik yang dimiliki
sekolah. Kebetulan pada masa pendemi kelas menjadi tidak terawat karena murid
tidak ada kegiatan di kelas. Dengan menggunakan dana dari aset finansial yaitu
Dana BOS, kami merencanakan merubah
warna
cat kelas sesuai dengan keinginan masing-masing wali kelas. Karena anggaran
dana yang minim, maka sekolah hanya mengeluarkan dana untuk membeli cat dan
perlengkapannya. Sedangkan untuk mengecat kelas diserahkan kepada masing-masing
guru kelas tanpa ada uang lelah.
Agenda
kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut:
a.
Perencanaan kegiatan mengecat kelas (26
April 2021), pengambilan keputusan mengenai program mempercantik ruang kelas
dengan warna yang diinginkan oleh guru kelas dan kreasi masing-masing.
b.
Penyiapan bahan mengecat kelas ( 30 April
2021). Pembelian cat dan perlengkapan dengan menggunakan dana BOS.
c.
Pembenahan ruang kelas dan melibatkan
orang tua murid ( 1 - 10 Mei 2021).
Kelas dibersihkan, gambar-gambar dilepas, kursi disusun.
d.
Pengecatan kelas oleh masing-masing guru
kelas ( 17 Mei – 22 Mei 2021 ). Pengecatan diserahkan sepenuhnya kepada
masing-masing guru kelas.
e.
Penataan kelas dan pembuatan pojok baca
bersama murid ( 25 Mei - 29 Mei 2021), pembuatan pojok baca sebagai sarana
literasi yang menarik di kelas.
3. Hasil
Kegiatan
Agenda kegiatan yang telah
direncanakan berjalan dengan lancar dan sesuai harapan. Kegiatan perencanaan
dan pengadaan barang telah berhasil dilakukan dengan baik. Selanjutnya
pengecatan kelas dan pembuatan pojok baca juga berjalan dengan baik. Semua
ruang kelas sudah dicat dengan warna yang diinginkan guru untuk menunjang
kegiatan belajar di kelas.
Foto Kegiatan 1
Membersihkan
kelas melibatkan orang tua
Foto
Kegiatan 2
Mengecat
kelas
Foto
Kegiatan 3
Kelas
yang sudah dicat
Foto
Kegiatan 4
Menyiapkan
Pojok Baca
B. Perasaan
Saat Dan Sesudah Pelaksanaan Aksi Nyata
Disaat penyampaian rencana kegiatan
ada rasa kurang percaya diri, apakah akan mendapat dukungan atau tidak.
Selanjutnya ketika kegiatan pengecatan kelas terasa lelah tapi senang dengan hasil
kerja sendiri. Dan sangat merasa termotivasi saat murid dengan semangat membuat
pojok baca bersama.
C. Pembelajaran
Dari Kegiatan Yang Dilakukan
Segala sesuatu meiliki kelebihan dan
kekurangan. Pengalamn mengajarkan selama ini kita hanya berfokus pada
kekurangan yang nampak dan memang mencari kekurangan itu sangat mudah. Sudah
saatnya beralih memfokuskan penilaian pada kelebihan yang dimiliki dengan
demikian maka perubahan yang diharapkan sedikit demi sedikit bisa diwujudkan.
D. Rencana
Penerapan Ke Depan
Ke depannya setiap kali ingin membuat
suatu program yang baru dan tentu saja bermanfaat perlu selalu ingat untuk
melihat kelebihan dan potensi yang dimiliki. Cukup semua kekurangan
dikesampingkan dan diganti dengan segala kelebihan. Dengan begitu semua akan
berjalan lebih baik. Seperti semangat kita, berusahalah selalu optimis dan
kubur dalam-dalam rasa pesimis. Setiap kita mau berusaha pasti akan ada jalan.
Kegiatan mempercantik kelas ini akan menjadi kegiatan
rutin tahunan, bahkan bila perlu ada bentuk apresiasi yang akan menambah
motivasi dan semangat murid menjaga kebersihan dan kecantikan ruang kelas
Aksi
Nyata
Modul
3.3 Pengelolaan Program Yang Berpusat
Pada Murid
Meningkatkan
Kreativitas Murid Melalui Kegiatan Pembelajaran
Berbasis Lingkungan Alam Dan Masyarakat Sekitar
(Bisa
diterapkan saat BDR ataupun saat normal)
Program
: Pembelajaran Berbasis Lingkungan Alam
Dan Masyarakat Sekitar
(Pembela
Mastar)
A. Deskripsi
Kegiatan Aksi Nyata
1. Latar
Belakang
Murid yang tinggal di daerah pesisir
pantai pada umumnya memiliki karakter yang kuat karena sehari-hari terbiasa
membantu orang tua bekerja sebagai buruh harian. Murid setelah pulang sekolah
biasanya mengambil upah sebagai pengangkut ikan dari kapal, juga ada anak yang
ikut mengambil upah seagai pembersih kepiting, udang dan ikan-ikan kecil. Juga
ada murid yang ikut membuat barang kerajinan seperti tas dari gelas plastik,
hiasan dari kerang, miniatur kapal, pembuatan jala ikan. Kerajinan ini
seringkali juga dijual.
Masyarakat sekitar sebagian besar
bersuku Bugis dan Makassar dengan sebagian kecil suku Banjar, Madura, dan Jawa.
Keseharian masyarakat cukup harmonis dan menjaga kesatuan. Kegiatan-kegiatan
dimasyarakat seperti gotong royong, kerja bakti, kegiatan keagamaan kegiatan
adat masih sangat terlihat.
Murid bersekolah seringkali
menganggap pelajaran di sekolah dengan kegiatan sehari-harinya di rumah dan di
lingkungan masyarakat tidak saling berkaitan. Dengan Program pembela Mastar ini
diharapkan murid lebih memaknai kegiata sehari-hari sebagai aksi nyata dari
pembelajaran di sekolah.
Program ini diharapkan bisa melatih
murid berpikir kritis dan meningkatkan kreativitas murid dalam kegiatan
pembelajaran.
2. Pelaksanaan
Kegiatan
Program Pembela Mastar ini disusun
dengan sasaran murid kelas 1 sampai dengan kelas 6 (Masing-masing jenjang kelas
diambil 1 kelas). Sebelum kegiatan, program disampaikan kepada perwakilan wali
murid yang diundang ke sekolah. Selanjutnya penyampaian program kepada murid
kelas tinggi.
Pada Minggu pertama (17 Mei – 22 Mei) kegiatan
pembelajaran dikhususkan pada murid kelas 6 dengan tagihan kegiatan yang lebih
banyak yaitu dimulai dengan memperkenalkan kegiatan masyarakat sehari-hari,
merencanakan membuat suatu karya yang bernilai jual dari bahan yang dikumpulkan
dari lingkungan alam sekitar.
Pada Minggu kedua (24 Mei – 29 Mei)
kegiatan dilaksanakan pada murid kelas 5 dan 4. Kegiatan yang diambil adalah
kegiatan wawancara yang dilakukan murid kepada masyarakat sekitar dengan
bahasan kegiatan yang biasa dilaksanakan dilingkungan masyarakat. Video hasil
wawancara adalah tagihan yang harus dikumpulkan murid. Karya berupa akuarium
dari kardus menjadi karya yang dibuat oleh murid.
Pada Minggu ketiga (31 Mei – 5 Juni)
Kegiatan dilaksanakan pada murid kelas 3 dan 2. Murid diminta mengamati
lingkungan disekitarnya, kemudian melakukan suatu aksi yang dapat dilakukan
untuk lingkungannya bersama orang tuanya. Video kegiatan adalah tagihan dari
kegiatan ini. Karya yang dibuat oleh murid adalah kotak pensil atau kerajinan
lain yang berbahan dasar kardus atau benda bekas yang diperoleh dari
sekitarnya.
Pada Minggu keempat (7 Juni – 12
Juni) kegiatan dilaksanakan pada murid kelas 1. Kegiatan berfokus pada
kemampuan membaca murid yang ditemani oleh orang tuanya. Karya yang dibuat
murid adalah hiasan dinding dibantu orang tua.
3. Hasil
Kegiatan
Dari kegiatan yang dilaksanakan
selama 4 minggu diperoleh hasil yang
baik sesuai dengan harapan, target program bisa terlaksana dengan 70% murid terlibat
dalam pengumpulan hasil kegiatan baik video maupun karya. Ternyata secara per
kelas pencapaian melebihan target yang diinginkan, dan secara keseluruhan kegiatan
bisa dilaksanakan oleh 80% murid yang menjadi sasaran program. Hal ini membuktikan
adanya antusias pada kegiatan belajar yang berkaitan dengan pengalaman murid
dalam kegiatan sehari-hari di rumah yang berkaitan dengan lingkungan alam dan
masyarakat sekitar. Adapun uraian laporan kegiatan sebagai berikut: