Kamis, 15 Juli 2021

 

TULISLAH JANGAN TAKUT

(Resume kegiatan kedua)

Dewi Nur Utami Fithria

 

                Rabu, 14 Juli 2021 pertemuan kedua dilaksanakan pada pukul 20.00 wita dengan narasumber bang Ali Syamsuddin Arsy (Bang Asa). Ini pertama kalinya berinteraksi langsung dengan beliau. Kesan luar biasa memang sangat pantas disematkan pada beliau. Benar yang disampaikan oleh Bang Asa, seringkali kita fokus pada karya apa yang kita tulis dan selalu menilai sendiri hasil tulisan kita. Rasa percaya diri yang kurang semakin berkurang saat kita langsung menilai tulisan kita jelek. Seharusnya yang menilai karya bukan diri sendiri, tetapi orang lain.

                Bang Asa mengajak untuk memulai menulis, tulis dan tulis terus secara intens. Mulailah menulis dari benda-benda di sekitar kita, sebagai contoh dapur kita, banyak benda yang bisa kita ceritakan dari dapur kita sendiri. Menulis tidak hanya terpaku pada “aku”, mulailah untuk membuka diri dengan membuat tulisan-tulisan dari sekitar kita. Tantanglah diri sendiri untuk menulis setiap hari dengan jumlah halaman tertentu, tingkatkan terus target kita menulis. Saat kita mulai bisa menerbitkan satu buku, maka tingkatkan target secara bertahap.

                Pada kegiatan ini bang Asa menantang kami menulis, dimulai dengan kata “BATU” sebanyak empat baris. Saya menulis sebagai berikut:

 

Batu-batu yang terhampar di halaman sekolah menjadi saksi kerinduan. Sama seperti sekolah lainnya, sekolah dasar di daerah pesisir Pantai Asmara ini, kini menanggung rindu pada langkah kaki anak bangsa, gelak tawa dan asyiknya kegiatan belajar. Kini semua masih sunyi, keceriaan berpindah ke dinding-dinding rumah masing-masing. Doa terus dipanjatkan, agar semua bisa kembali seperti biasanya, batu-batu ikut berdoa.

 

Bang Asa juga menantang kami menulis sebanyak empat baris mengenai hal yang kami ingat mengenai di sekitar Tanah Laut. Saya menulis sebagai berikut:

 

Hamparan birunya laut menjadi pesona dari tanah laut. Permadani abu-abu juga permadani hijau menambah daya pikatnya. Buah-buah segar, sayur mayur menjadi kebanggaan warganya. Ramah tamah penduduknya mengundang banyak pendatang untuk menetap. Tanah laut menjanjikan banyak kebahagiaan, ketenangan, dan kenyamanan. Teruslah berjaya dalam pesonamu.

 

Bang Asa melemparkan pertanyaan, “Apa yang sudah kita tulis selama ini tentang Tanah Laut?’. Bang Asa menantang kembali agar kami menulis dengan diawali kata “Tanah Laut”. Dan saya menulis sebagai berikut:

 

Tanah Laut kota kebanggaan. Aku datang sebelum mengenalmu. Melepaskan dahaga dengan segarnya air dari bumimu. Aku tumbuh dalam pelukanmu, kau saksi perjalanan yang tertatih menata dan merangkai cita-cita. Dengan penuh rasa cinta kau memberikan berbagai jalan dan kemudahan bagi kehidupan anak-anak negeri. Tanah Laut berjuta mimpi akan terus diwujudkan.

 

Bang Asa kembali menantang kami untuk membuat sebuah puisi mengekspresikan perasaan masing-masing.

 

 

 

 

Pertemuan Terlarang

Dewi Nur Utami

 

Ruang  ini sunyi, tak bertuan

Gelak tawa, suara menggemaskan lama tak terdengar

Sekuat apapun ingin, masih terlarang

Sebesar apapun rindu, tak berani menanggung

 

Batu-batu dihalaman menjadi saksi kerinduan

Pada jejak kaki-kaki mungil yang terbiasa kesana kemari

Menikmati seluruh penjuru

Mengukir cerita dalam memori sendiri

 

Benda pipih berlayar gelap

Menjadi jembatan penyalur rindu

Celoteh kini hanya pada deretan huruf demi huruf disana

Apa jadi saat dia belum makan, rindu tak bisa terhubung

 

Sekali dua kali menatap wajah-wajah imut menggemaskan

Mendengarkan celoteh mereka dari layar pipih

Berharap mengurangi rindu

Walau nyatanya semakin menggunung pilu

 

Tenang sayang, semua demi kalian

Bersabar dengan rindu

Kita panjatkan selalu bait demi bait doa

agar pertemuan nyata tak jadi larangan

 

Jorong, 15 Juli 2021

 

Bionarasi penulis:

Dewi Nur utami, Lahir di Garut, 06 Mei 1989. Seorang Guru di UPTD SDN Muara Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut. Karya sastra yang telah dibukukan antara lain Love Lines (Antologi puisi hasil  lomba #Unexpectedlove ellunar, 2017), Derai-Derai Lampu (Antologi Juara Lomba Puisi Cinta WR Academy, 2020), Tears Of Love (Antologi Cerpen Batch 26 Kelompok 43 KMO Indonesia, 2020), Guratan Pena Banua (Antologi Cerpen Bubuhan banjar, 2021), Menerabas Terali Jiwa (Antologi Cerpen Ikatan Penulis Tanah Laut, 2021), dan 8 buku Antologi lainnya. Bisa dihubungi melalui email : dewifithria.spd@gmail.com dan FB Dewi Nur Utami.

 

 

                Selanjutnya bang Asa menantang merangkai tiga kata yang terdiri dari kata benda, kata kerja dan kata sifat. Saya menulis Gawai Mengurangi Rindu menjadi Rindu dikurangi Gawai menjadi kurangnya Rindu oleh gawai. Hal ini merupakan trik menentukan diksi pada puisi. Pemilihan diksi memang memerlukan keberanian. Berlatih memainkan posisi kata sebagai sandingan kata yang lain. Selain itu kurangi penggunaan kata ganti atau kata petunjuk, serta kurangi kata hubung.

 

                Demikian hasil kegiatan pertemuan kedua Tala Writing Supercamp, terima kasih Bang Asa atas tantangan-tantangan yang diberikan, memantapkan niat untuk konsisten menulis setiap hari.

Jumat, 09 Juli 2021

Tulis dan Tulis Saja, Menulis Itu Mudah

 

Tulis dan Tulis Saja

Dewi Nur Utami Fithria

(Refleksi Kegiatan Pertama Tala Writing Supercamp)

 

Semua dimulai saat IPTL membuka TALA WRITING SUPERCAMP, hari itu tanggal 10 Juni 2021 saya bergabung melalui tautan yang ada dalam form pendaftaran. Setelah mendaftar, ada masa tunggu untuk memulai kegiatan, hingga akhirnya pada hari Kamis tanggal 8 Juli 2021 ada pengumuman untuk kegiatan pertama dan pembukaan pelatihan akan dilaksanakan secara virtual via zoom. Disebarlah flyer kegiatan dengan foto narasumber yaitu Prof. Dr. Ersis Warmansyah Abbas, M.Pd. Saat melihat foto  beliau, saya merasa sangat familiar dan sering melihat beliau diberbagai media. Saat itu yang melekat diingatan saya beliau adalah penulis yang terkenal dan pasti sangat menginspirasi. Tetapi ada satu hal yang menurut saya memalukan bagi saya lulusan ULM, yaitu saya  baru tahu beliau adalah salah satu dosen di ULM.

 Sampailah pada malam sabtu, 9 Juli 2021 pukul 19.30 Wita, kegiatan dimulai dengan peresmian pembukaan kegiatan. Akhirnya sampai pada kegiatan inti, narasumber menyampaikan materi. Di awal penyampaian materi saya merasa tegang, karena dipikiran saya muncul bahwa beliau adalah dosen yang sangat tegas. Saya sangat setuju dengan prinsip beliau tentang kedisiplinan, mulailah acara sesuai dengan jadwalnya, tidak perlu menunggu peserta. Kita tentunya sangat sering menemui kegiatan yang dijadwalkan pukul 09.00 Wita tetapi baru dimulai pukul 10.00 Wita  karena menunggu peserta yang biasa menggunakan jam karet. Sangat sering saya harus menunggu lebih dari 1 jam untuk suatu kegiatan. Bentuk toleransi terhadap keterlambatan inilah sebenarnya pemicu budaya terlambat di negara kita. Seandainya setiap acara dimulai tepat sesuai jadwal, pastinya peserta yang mengikuti akan berlomba-lomba datang lebih awal. Saya jadi teringat ucapan seorang guru, “lebih baik menunggu 1 jam daripada terlambat 1 menit.”

Prof. Memaparkan mengenai menulis itu mudah. Menulis adalah kegiatan wajib sehari-hari kita. Saat kita mengunjungi suatu tempat, misalnya pantai. Maka kita harus menghadirkan mata kita untuk melihat pantai bukan membayangkan gunung. Saat kita mendengar suara ombak, maka kita menghadirkan indera pendengar kita untuk merekamnya. Semua indera kita harus dihadirkan, demikian juga dengan pikiran, perasaan dan jiwa kita. Ketika semua sudah kita rekam di memori kita, maka secepatnya kita tuangkan dalam bentuk tulisan. Kita tidak boleh merasa takut kalau tulisan kita itu salah, selama kita menulis dengan kejujuran maka tidak ada tulisan yang salah. Tulis dan tulis saja apa yang telah indera kita tangkap. Biarkan setiap pengalaman melekat pada diri kita sehingga kita tidak merasa sulit untuk menuliskannya. Semua berawal dari input yang baik, berlanjut pada proses, dan berakhir dengan hasil yang sesuai harapan. Ketika hasil yang kita harapkan tidak sesuai harapan, jangan putus semangat, kita perlu untuk terus belajar.

Sepanjang pemaparan beliau dan sesi menjawab pertanyaan, saya menyadari bahwa banyak hal yang dekat dan sering kita gunakan dalam kehidupan sehari - hari tidak kita kenal dengan baik. Itulah penyebabnya saat kita menulis, selalu ada saja alasan untuk berhenti, selalu saja ada alasan untuk tidak menulis kembali. Semua itu ternyata karena input kita yang sangat kurang, kita merasa sudah memiliki pengetahuan, sehingga merasa tidak perlu mencari mengenai hal-hal sederhana. Padahal suatu tulisan yang bermakna seringkali datang dari hal sederhana. Semua pemaparan pada kegiatan pertama ini menjadi suntikan semangat bagi saya untuk bisa menulis dan terus menulis. Sematkan dalam pikiran, “menulis itu mudah”. Maka semuanya akan terasa mudah. Jadi tidak sabar dengan kegiatan berikutnya. Dan ternyata Prof. Ersis sangat menyenangkan, penjelasan beliau mudah dipahami karena selalu mengambil contoh yang dekat dengan diri kita, kita bisa langsung melihat objek tanpa harus membayangkan dalam angan-angan. Selain mendapat pengetahuan mengenai kepenulisan, dari kegiatan ini saya mendapatkan cara mengajar yang menyenangkan. Terima kasih Prof.

 

 

 

Jumat, 18 Juni 2021

Artikel Aksi Nyata Paket Modul 3 Semua Hal Yang Berpusat Pada Murid

 

3.1

 


 Aksi Nyata

Modul 3.1 Pengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran

 

Meningkatkan motivasi dan kemauan guru-guru di sekolah untuk merancang pembelajaran  yang bermakna dengan pendekatan dan berbagi pada rekan kerja di sekolah

Program : Pelaksanaan pertemuan komunitas praktisi (Ombak manampur Bagantian) sekolah untuk membahas pembelajaran yang bermakna

 

A.    Deskripsi Kegiatan Aksi Nyata

1.      Latar Belakang

Pendidikan merupakan tanggungjawab bersama semua pihak. Dalam dunia pendidikan sasaran utama proses pendidikan adalah peserta didik. Sedangkan pihak yang paling depan berhubungan dengan peserta didik adalah tenaga pendidik (Guru). Guru yang diharapkan hadir di depan peserta didik adalah guru yang selalu mau belajar, mengikuti perubahan-perubahan dalam dunia pendidikan dengan tujuan memberikan suatu pembelajaran yang bermakna bagi murid.

UPTD SD Negeri Muara Asam-Asam adalah satu-satunya Sekolah Dasar yang ada di Desa Muara Asam-Asam. Desa ini berada di pesisir pantai, jarak antara desa dengan Jalan utama (jalan Besar lintas Kabupaten dan provinsi) adalah 8 Km. Sedangkan jarak ke Kecamatan dan kantor Koodinator Wilayah Pendidikan adalah 20 Km. Dan Jarak ke Kabupaten dan dinas pendidikan adalah 46 Km. Letak sekolah yang jauh menyebabkan sekolah ini sangat jarang dikunjungi oleh pihak-pihak yang terkait. Sehingga sekolah ini sering kali disebut sekolah pinggiran. Melihat kenyataan diatas ada dampak buruk yang terjadi yaitu perasaan berada di zona nyaman, sehingga menyebabkan semangat guru-guru untuk memberikan yang terbaik bagi peserta didik sangat lemah.

Nilai kedisiplinan sendiri sangat kurang. Ada peraturan bel berbunyi pukul 08.00 Wita. Seminggu pertama anak-anak dengan patuh berbaris didepan kelas saat bel berbunyi, tetapi kenyataan bahwa banyak guru yang belum datang membuat murid mengabaikan bunyi bel. Guru-guru yang sudah datang sebelum bel atau tepat saat bel diabaikan oleh murid, mereka beralasan guru kelas mereka belum datang. Selain itu dalam kegiatan pembelajaran, guru-guru merasa hanya perlu masuk kelas, duduk, menyampaikan materi, kemudian pulang. Guru tidak memikirkan perlu ada perubahan karena mereka pikir tak ada yang memantau kegiatan belajar di sekolah. Memang salah satu masalah juga karena dari jumlah guru 12 orang, PNS hanya 4 orang dan 8 orang adalah tenaga honorer. Selain kenyataan tersebut, semua guru kelas menghandle semua mata pelajaran yang berjumlah 10 mata pelajaran yaitu PPKn, Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, SBdP, PJOK, Pendidikan AlQuran, dan Budaya Daerah. Sekolah tidak memiliki guru agama dan guru olahraga apalagi guru seni budaya.

Dalam hal ini, penulis sebagai salah satu guru di sekolah tersbut merasa sangat menyayangkan keadaan tersebut. Penulis yang pada kenyataannya belum terlalu lama di sekolah tersebut sering kali menyampaikan keluhan tersebut secara langsung, akan tetapi rekan guru yang sudah terbiasa dalam zona nyaman mengabaikan saja. Apalagi saat kepala sekolah juga tidak bisa merubah cara pandang dari guru-guru tersebut.

Melihat semua kenyataan diatas, penulis sebagai salah satu calon guru penggerak berinisiatif untuk menyampaikan hasil kegiatan kepada semua guru dengan harapan sedikit demi sedikit guru-guru bisa berubah ke arah yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada murid di sekolah.

 

2.      Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan yang dilaksanakan sebagai bentuk aksi nyata dari modul pengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yaitu dengan membentuk suatu komunitas di sekolah dengan tujuan sebagai wadah untuk saling berbagi seputar informasi dunia pendidikan, berlatih bersama merancang kegiatan pembelajaran, dan tempat memecahkan masalah-masalah seputar kegiatan pembelajaran di sekolah.

Kegiatan ini dilakukan dengan alasan untuk memotivasi dan memunculkan keinginan dari diri para guru untuk bisa memberikan pelayanan pembelajaran dengan baik. Tanpa melihat apakah ada yang datang memantau ataupun tidak. Sebagai salah satu guru di sekolah ini, penulis sangat berharap semua guru di sekolah ini memiliki visi dan misi yang sama untuk sekolah.

Agenda kegiatan yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut:

a.       Pertemuan rutin komunitas praktisi sekolah, untuk membicarakan peran guru dalam kegiatan pembelajaran berpusat pada murid, serta pemahaman mengenai visi misi sekolah yang berpusat pada murid (Selasa, 6 April 2021)

b.      Pemantapan  visi misi sekolah yang berpusat pada murid (Senin, 12 April 2021)

c.       Pemantapan pembelajaran yang berpusat pada murid (pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran sosial emosional, dan coaching) (Selasa, 20 April 2021)

d.      Pembuatan Rencana Pembelajaran yang Berpusat Pada Murid ( Selama 1 Minggu)

 

3.      Hasil Kegiatan

Agenda kegiatan yang direncanakan berjalan sesuai harapan. Kegiatan berbagi dalam upaya memotivasi semangat belajar para guru mendapatkan hasil yang baik dan cukup memuaskan. Pada awal kegiatan penulis berdiskusi bersama rekan kerja (Guru) yang memang memiliki ketertarikan dan pemikiran yang sama dengan penulis serta diketahui oleh kepala seolah sebagai penanggungjawab terlaksananya kegiatan. Kegiatan ini sebagai bentuk pengambilan keputusan tentang kegiatan berbagi untuk memotivasi guru-guru untuk mau sama-sama belajar merancang pembelajaran yang berpusat pada murid. Hasilnya disepakati adanya pertemuan guru secara keseluruhan untuk membahas mengenai visi misi sekolah yang berpusat pada murid.

Foto Kegiatan 1


 

Selanjutnya penulis bersama rekan kerja berbagi pengalaman mengenai kegiatan pembelajaran yang sering dilakukan dikelas serta membahas bagaimana idealnya kegiatan pembelajaran yang berpusat pada murid. Adapun hasil dari kegiatan ini akan dibawa pada pertemuan komunitas yang mengharuskan semua guru hadir pada kegiatan.

Foto Kegiatan 2

 

 



Pada Pertemuan komunitas praktisi kegiatan berupa penyampaian sebagai bentuk pemantapan visi misi yang berpusat pada murid. Hasil kegiatan ini semua guru menyetujui visi dan misi yang telah dirancang.

            Foto Kegiatan 3

 


 

Selanjutnya kegiatan penyampaian mengenai pembelajaran yang berpusat pada murid. Semua guru hadir pada kegiatan ini, hasil dari kegiatan semua guru menjadi mengetahui mengenai pembelajaran berdiferensiasi, KSE, dan coaching sebagai upaya pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang berpusat pada murid.

  

Foto Kegiatan 4



 

Dari hasil kegiatan maka dibuatlah kesepakatan membuat rencana pembelajaran dengan penulis sebagai pembimbing kegiatan pada beberapa guru yang siap.

 

Foto kegiatan 5


 

Rekap Hasil Kegiatan berbagi komunitas Praktisi “ Ombak Manampur Bagantian” sebagai berikut:

 

NO

Kegiatan

Jumlah Guru Yang hadir

Hasil Kegiatan

1.

Penyampaian rencana berbagi pada komunitas sekolah

6 Orang

Disepakati diadakan pertemuan komunitas praktisi

2.

Pemantapan Visi Misi dan sharing pembelajaran berpusat pada murid

7 Orang

Kesepakatan membuat rencana pembelajaran berdiferensiasi

3.

Penyampaian Pembelajaran Berpusat Pada Murid

13 Orang

Materi tersampaikan dengan baik

4.

Pembuatan rencana pembelajaran berpusat pada murid

Bimbingan kepada 6 Orang guru

Berjalan dengan baik

 

B.     Perasaan Saat Dan Sesudah Pelaksanaan Aksi Nyata

Melihat pada latar belakang kegiatan, pada saat melaksanakan aksi nyata ada rasa kurang percaya diri namun semua perasaan harus dikalahkan oleh rasa optimis. Selama kita melakukan sesuatu untuk kebaikan maka hasilnya akan baik. Tujuan dari kegiatan adalah untuk sama-sama membangun kegiatan pembelajaran yang lebih baik. Guru adalah pemeran utama yang harus bisa mendesain dan merancang kegiatan agar bisa memberikan makna terhadap murid.

 

 

 

 

Setelah kegiatan dengan adanya dukungan dari rekan sejawat dan kepala sekolah membuat perasaan lebih lega dan lebih bersemangat untuk merancang kegiatan yang lebih baik lagi. Meskipun memang tidak semua guru mendukung kegiatan dan ada yang tidak merespon, tetapi lama kelamaan perasaan tetap bahagia karena masih banyak guru yang lebih merespon dan lebih mendukung kegiatan.

C.     Pembelajaran Dari Kegiatan Yang Dilakukan

Perubahan memerlukan perencanaan yang tersusun dengan baik, selain itu dukungan dan kerjasama menjadi poin penting dalam menjalankan suatu kegiatan. Belajar tidak mengenal usia, tetapi memerlukan tekad yang kuat serta motivasi. Usia berapapun masih selalu perlu belajar, bahkan orang yang senantiasa belajar akan selalu merasa kurang. Sifat ilmu yang sangat kaya dan luas, membuat kita ingin lebih mengetahui hal-hal lain di dunia ini. Setiap orang yang memiliki motivasi kuat dalam kehidupannya akan selalu ingin memberikan yang terbaik, demikian juga guru. Seorang guru yang memiliki motivasi untuk mengabdi dengan pengabdian terbaik akan selalu memberikan yang terbaik untuk murid-muridnya. Hidup itu belajar dan terus belajar.

Setiap orang, sebaik dan sempurna sekalipun pasti ada yang tidak menyukai. Walau demikian abaikan saja orang-orang negatif dan berfokuslah pada orang-orang yang tulus mendukung dan memberikan aura positif, maka optimis akan selalu terpancar dari diri kita.

 

D.    Rencana Penerapan Ke Depan

Berpatokan pada hasil kegiatan, maka ke depannya kegiatan berbagi melalui komunitas praktisi sebagai bentuk kegiatan motivasi belajar guru akan selalu diprogramkan menjadi kegiatan rutin bulanan.

Pada pelaksanaan aksi nyata yang menjadi narasumber secara 4 kali berturut-turut adalah penulis sebagai seorang CGP. Untuk ke depannya di dalam komunitas ini, semua guru memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi narasumber berbagi praktik baik di kelasnya. Selain itu juga direncanakan akan mengundang narasumber dari sekolah lain sebagai salah satu sumber tambahan belajar semua guru.

 

3.2

 


Aksi Nyata

Modul 3.2 Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya

 

Mengelola aset-aset yang dimiliki sekolah untuk meningkatkan proses kegiatan belajar murid

Program:

Menyiapkan lingkungan kelas yang menyenangkan di sekolah (Persiapan tatap Muka Mempercantik Kelas dengan Mengecat kelas dan membuat pojok baca di kelas)

 

A.    Deskripsi Kegiatan Aksi Nyata

1.      Latar Belakang

Selama ini pada kenyataannya saat ingin melangkah maju, kita selalu terbentur yang namanya kekurangan. Kurang ini, kurang itu, hingga akhirnya tak ada perubahan yang terjadi. Kita terlalu berpokus pada masalah. Dari materi pada modul Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya, seperti membuka mata yang selama ini terpejam atau hanya terbuka sebelah, kita diajak untuk membuka mata sepenuhnya dan mencari kelebihan-kelebihan yang dimiliki sebagai potensi untuk melakukan perubahan.

UPTD SD Negeri Muara Asam-Asam adalah sebuah sekolah yang terletak di Desa Muara Asam-Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut. Terletak di pinggir laut dengan masyarakat sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan. Sekolah kami disebut sekolah pinggiran, dengan karakter masyarakat yang cukup keras.  Ada 12 ruang kelas, ada halaman di sekolah ini. Selama ini setiap ingin melaksanakan program seperti kerindangan atau pebuatan taman selalu tidak bisa terwujud karena adanya hewan ternak milik masyarakat seperti kambing dan sapi yang bebas berkeliaran di halaman sekolah. Masalah ini sebenarnya sudah di musyawarahkan hingga tingkat desa, tetapi tetap saja tidak ada perubahan. Pengajuan pembuatan pagar di anggaran desa juga hingga bertahun-tahun lamanya belum bisa direalisasikan.

Melihat kenyataan tersebut, maka untuk membentuk lingkungan belajar yang menyenangkan bagi murid kami fokuskan ke ruangan kelas. Sekolah kami hanya memiliki halaman depan, sedangkan halaman belakang tidak ada. Tanah dibelakang sekolah adalah milik warga. Awalnya tanah sekolah kami terbentang mulai jalan raya hingga pantai di belakang sekolah. Akan tetapi tanah sekolah yang berasal dari hibah tersebut pada tahun 2015 digugat oleh cucu dari penghibah sebagai tanah miliknya. Karena surat menyurat yang tidak kuat, maka sekolah kalah, dan hanya mendapatkan tanah seluas bangunan sekolah yang sudah berdiri.

Walau demikian kami hanya melihat pada aset yang dimiliki sekolah saja, sebagai potensi untuk pengembangan kemajuan sekolah ke depannya.

 

2.      Pelaksanaan Kegiatan

Sebagai bentuk aksi nyata dari pengelolaan sumber daya di sekolah. Kami sepakat berfokus pada aset fisik yang dimiliki sekolah. Kebetulan pada masa pendemi kelas menjadi tidak terawat karena murid tidak ada kegiatan di kelas. Dengan menggunakan dana dari aset finansial yaitu Dana BOS, kami merencanakan merubah warna cat kelas sesuai dengan keinginan masing-masing wali kelas. Karena anggaran dana yang minim, maka sekolah hanya mengeluarkan dana untuk membeli cat dan perlengkapannya. Sedangkan untuk mengecat kelas diserahkan kepada masing-masing guru kelas tanpa ada uang lelah.

Agenda kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut:

a.       Perencanaan kegiatan mengecat kelas (26 April 2021), pengambilan keputusan mengenai program mempercantik ruang kelas dengan warna yang diinginkan oleh guru kelas dan kreasi masing-masing.

b.      Penyiapan bahan mengecat kelas ( 30 April 2021). Pembelian cat dan perlengkapan dengan menggunakan dana BOS.

c.       Pembenahan ruang kelas dan melibatkan orang tua murid ( 1 - 10  Mei 2021). Kelas dibersihkan, gambar-gambar dilepas, kursi disusun.

d.      Pengecatan kelas oleh masing-masing guru kelas ( 17 Mei – 22 Mei 2021 ). Pengecatan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing guru kelas.

e.       Penataan kelas dan pembuatan pojok baca bersama murid ( 25 Mei - 29 Mei 2021), pembuatan pojok baca sebagai sarana literasi yang menarik di kelas.

 

3.      Hasil Kegiatan

Agenda kegiatan yang telah direncanakan berjalan dengan lancar dan sesuai harapan. Kegiatan perencanaan dan pengadaan barang telah berhasil dilakukan dengan baik. Selanjutnya pengecatan kelas dan pembuatan pojok baca juga berjalan dengan baik. Semua ruang kelas sudah dicat dengan warna yang diinginkan guru untuk menunjang kegiatan belajar di kelas.

Foto Kegiatan 1

Membersihkan kelas melibatkan orang tua

 

Foto Kegiatan 2

Mengecat kelas

 


 

Foto Kegiatan 3

Kelas yang sudah dicat

 



Foto Kegiatan 4

Menyiapkan Pojok Baca




B.     Perasaan Saat Dan Sesudah Pelaksanaan Aksi Nyata

Disaat penyampaian rencana kegiatan ada rasa kurang percaya diri, apakah akan mendapat dukungan atau tidak. Selanjutnya ketika kegiatan pengecatan kelas terasa lelah tapi senang dengan hasil kerja sendiri. Dan sangat merasa termotivasi saat murid dengan semangat membuat pojok baca bersama.

C.     Pembelajaran Dari Kegiatan Yang Dilakukan

Segala sesuatu meiliki kelebihan dan kekurangan. Pengalamn mengajarkan selama ini kita hanya berfokus pada kekurangan yang nampak dan memang mencari kekurangan itu sangat mudah. Sudah saatnya beralih memfokuskan penilaian pada kelebihan yang dimiliki dengan demikian maka perubahan yang diharapkan sedikit demi sedikit bisa diwujudkan.

D.    Rencana Penerapan Ke Depan

Ke depannya setiap kali ingin membuat suatu program yang baru dan tentu saja bermanfaat perlu selalu ingat untuk melihat kelebihan dan potensi yang dimiliki. Cukup semua kekurangan dikesampingkan dan diganti dengan segala kelebihan. Dengan begitu semua akan berjalan lebih baik. Seperti semangat kita, berusahalah selalu optimis dan kubur dalam-dalam rasa pesimis. Setiap kita mau berusaha pasti akan ada jalan.

Kegiatan mempercantik kelas ini akan menjadi kegiatan rutin tahunan, bahkan bila perlu ada bentuk apresiasi yang akan menambah motivasi dan semangat murid menjaga kebersihan dan kecantikan ruang kelas

3.3

 

Aksi Nyata

Modul 3.3  Pengelolaan Program Yang Berpusat Pada Murid

 

Meningkatkan Kreativitas  Murid Melalui Kegiatan Pembelajaran Berbasis Lingkungan Alam Dan Masyarakat Sekitar

(Bisa diterapkan saat BDR ataupun saat normal)

Program : Pembelajaran Berbasis Lingkungan Alam Dan Masyarakat Sekitar

(Pembela Mastar)

 

A.    Deskripsi Kegiatan Aksi Nyata

1.      Latar Belakang

Murid yang tinggal di daerah pesisir pantai pada umumnya memiliki karakter yang kuat karena sehari-hari terbiasa membantu orang tua bekerja sebagai buruh harian. Murid setelah pulang sekolah biasanya mengambil upah sebagai pengangkut ikan dari kapal, juga ada anak yang ikut mengambil upah seagai pembersih kepiting, udang dan ikan-ikan kecil. Juga ada murid yang ikut membuat barang kerajinan seperti tas dari gelas plastik, hiasan dari kerang, miniatur kapal, pembuatan jala ikan. Kerajinan ini seringkali juga dijual.

Masyarakat sekitar sebagian besar bersuku Bugis dan Makassar dengan sebagian kecil suku Banjar, Madura, dan Jawa. Keseharian masyarakat cukup harmonis dan menjaga kesatuan. Kegiatan-kegiatan dimasyarakat seperti gotong royong, kerja bakti, kegiatan keagamaan kegiatan adat masih sangat terlihat.

Murid bersekolah seringkali menganggap pelajaran di sekolah dengan kegiatan sehari-harinya di rumah dan di lingkungan masyarakat tidak saling berkaitan. Dengan Program pembela Mastar ini diharapkan murid lebih memaknai kegiata sehari-hari sebagai aksi nyata dari pembelajaran di sekolah.

Program ini diharapkan bisa melatih murid berpikir kritis dan meningkatkan kreativitas murid dalam kegiatan pembelajaran.

2.      Pelaksanaan Kegiatan

Program Pembela Mastar ini disusun dengan sasaran murid kelas 1 sampai dengan kelas 6 (Masing-masing jenjang kelas diambil 1 kelas). Sebelum kegiatan, program disampaikan kepada perwakilan wali murid yang diundang ke sekolah. Selanjutnya penyampaian program kepada murid kelas tinggi.

 Pada Minggu pertama (17 Mei – 22 Mei) kegiatan pembelajaran dikhususkan pada murid kelas 6 dengan tagihan kegiatan yang lebih banyak yaitu dimulai dengan memperkenalkan kegiatan masyarakat sehari-hari, merencanakan membuat suatu karya yang bernilai jual dari bahan yang dikumpulkan dari lingkungan alam sekitar.

Pada Minggu kedua (24 Mei – 29 Mei) kegiatan dilaksanakan pada murid kelas 5 dan 4. Kegiatan yang diambil adalah kegiatan wawancara yang dilakukan murid kepada masyarakat sekitar dengan bahasan kegiatan yang biasa dilaksanakan dilingkungan masyarakat. Video hasil wawancara adalah tagihan yang harus dikumpulkan murid. Karya berupa akuarium dari kardus menjadi karya yang dibuat oleh murid.

Pada Minggu ketiga (31 Mei – 5 Juni) Kegiatan dilaksanakan pada murid kelas 3 dan 2. Murid diminta mengamati lingkungan disekitarnya, kemudian melakukan suatu aksi yang dapat dilakukan untuk lingkungannya bersama orang tuanya. Video kegiatan adalah tagihan dari kegiatan ini. Karya yang dibuat oleh murid adalah kotak pensil atau kerajinan lain yang berbahan dasar kardus atau benda bekas yang diperoleh dari sekitarnya.

Pada Minggu keempat (7 Juni – 12 Juni) kegiatan dilaksanakan pada murid kelas 1. Kegiatan berfokus pada kemampuan membaca murid yang ditemani oleh orang tuanya. Karya yang dibuat murid adalah hiasan dinding dibantu orang tua.

3.      Hasil Kegiatan

Dari kegiatan yang dilaksanakan selama  4 minggu diperoleh hasil yang baik sesuai dengan harapan, target program bisa terlaksana dengan 70% murid terlibat dalam pengumpulan hasil kegiatan baik video maupun karya. Ternyata secara per kelas pencapaian melebihan target yang diinginkan, dan secara keseluruhan kegiatan bisa dilaksanakan oleh 80% murid yang menjadi sasaran program. Hal ini membuktikan adanya antusias pada kegiatan belajar yang berkaitan dengan pengalaman murid dalam kegiatan sehari-hari di rumah yang berkaitan dengan lingkungan alam dan masyarakat sekitar. Adapun uraian laporan kegiatan sebagai berikut:


NO

KELAS

Jumlah Murid Sasaran Program

Murid yang memanfaatan Alam dan Masyarakat Sekitar

Pesentase Keberhasilan Program

Keterangan

1

I A

21

15

71%

 

2

II A

25

20

80%

 

3

III A

25

20

80%

 

4

IV A

21

17

80%

 

5

V A

21

17

81%

 

6

VI A

25

22

88%

 

Persentase Keseluruhan

80%

 


 

Foto Kegiatan 1 Penyampaian Program Kepada Perwakilan Wali Murid

 


Foto Kegiatan 2 Penyampaian Program Kepada Murid Sasaran Program

 


 

Foto Kegiatan 3 Kegiatan Murid di lingkungan

 


Foto Kegiatan 4 Kegiatan murid membuat karya

 


 

Foto Kegiatan 5 Unjuk Hasil karya

 



B.     Perasaan Saat Dan Sesudah Pelaksanaan Aksi Nyata

Ini adalah program pertama yang dirancang dan dikembangkan pada seua jenjang kelas dengan melibatkan lingkungan alam dan masyarakat sekitar murid. Pada awal perancangan program ada rasa khawatir kegiatan tidak mencapai target yang diharapkan. Akan tetapi adanya dukungan dari guru kelas yang menjadi rekan bersama menjalankan program ini maka sedikit demi sedikit rasa khawatir itu terkikis. Setelah kegiatan aksi selesai dan dilakukan refleksi kegiatan maka hasil yang diperoleh melebihi target awal keberhasilan program. Meskipun program  ini merupakan kegiatan sederhana bagi sekolah-sekolah lain, tetapi bagi penulis program ini sudah luar biasa bisa diterapkan pada kegiatan pembelajaran di sekolahnya. Semua keberhasilan tentunya tidak lepas dari dukungan rekan guru, orang tua, dan masyarakat.

 

C.     Pembelajaran Dari Kegiatan Yang Dilakukan

Dari program ini kita belajar bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin. Semua kegiatan bisa dilakukan dengan adanya perencanaan yang baik serta adanya kolborasi yang baik dari semua orang yang terlibat.

Kegiatan pembelajaran tentunya memerlukan banyak variasi agar murid merasa lebih bermakna dalam kegiatan pembelajaran.

D.    Rencana Penerapan Ke Depan

Program ini sangat baik untuk dilaksanakan terus menerus ke depannya. Selain untuk menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna bagi kehidupan murid, juga sebagai sarana latihan murid berkomunikasi, berpikir kritis, serta mau berkarya dengan sebaik-baiknya.

Program ini akan menjadi kegiatan yang disisipkan pada kegiatan pembelajaran yang berpusat pada murid. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis lingkungan alam dan masyarakat sekitar ini dapat dilakukan sekali atau dua kali dalam sebulan, sebagai bentuk pembelajaran tema yang lebih hidup dan bermakna.

 

Dokumentasi kegiatan  paket modul 3 dapat dilihat pada link youtube berikut ini:

https://youtu.be/dIi7bcOlLt8

 

  TULISLAH JANGAN TAKUT (Resume kegiatan kedua) Dewi Nur Utami Fithria                   Rabu, 14 Juli 2021 pertemuan kedua dilaksan...