Kamis, 15 Juli 2021

 

TULISLAH JANGAN TAKUT

(Resume kegiatan kedua)

Dewi Nur Utami Fithria

 

                Rabu, 14 Juli 2021 pertemuan kedua dilaksanakan pada pukul 20.00 wita dengan narasumber bang Ali Syamsuddin Arsy (Bang Asa). Ini pertama kalinya berinteraksi langsung dengan beliau. Kesan luar biasa memang sangat pantas disematkan pada beliau. Benar yang disampaikan oleh Bang Asa, seringkali kita fokus pada karya apa yang kita tulis dan selalu menilai sendiri hasil tulisan kita. Rasa percaya diri yang kurang semakin berkurang saat kita langsung menilai tulisan kita jelek. Seharusnya yang menilai karya bukan diri sendiri, tetapi orang lain.

                Bang Asa mengajak untuk memulai menulis, tulis dan tulis terus secara intens. Mulailah menulis dari benda-benda di sekitar kita, sebagai contoh dapur kita, banyak benda yang bisa kita ceritakan dari dapur kita sendiri. Menulis tidak hanya terpaku pada “aku”, mulailah untuk membuka diri dengan membuat tulisan-tulisan dari sekitar kita. Tantanglah diri sendiri untuk menulis setiap hari dengan jumlah halaman tertentu, tingkatkan terus target kita menulis. Saat kita mulai bisa menerbitkan satu buku, maka tingkatkan target secara bertahap.

                Pada kegiatan ini bang Asa menantang kami menulis, dimulai dengan kata “BATU” sebanyak empat baris. Saya menulis sebagai berikut:

 

Batu-batu yang terhampar di halaman sekolah menjadi saksi kerinduan. Sama seperti sekolah lainnya, sekolah dasar di daerah pesisir Pantai Asmara ini, kini menanggung rindu pada langkah kaki anak bangsa, gelak tawa dan asyiknya kegiatan belajar. Kini semua masih sunyi, keceriaan berpindah ke dinding-dinding rumah masing-masing. Doa terus dipanjatkan, agar semua bisa kembali seperti biasanya, batu-batu ikut berdoa.

 

Bang Asa juga menantang kami menulis sebanyak empat baris mengenai hal yang kami ingat mengenai di sekitar Tanah Laut. Saya menulis sebagai berikut:

 

Hamparan birunya laut menjadi pesona dari tanah laut. Permadani abu-abu juga permadani hijau menambah daya pikatnya. Buah-buah segar, sayur mayur menjadi kebanggaan warganya. Ramah tamah penduduknya mengundang banyak pendatang untuk menetap. Tanah laut menjanjikan banyak kebahagiaan, ketenangan, dan kenyamanan. Teruslah berjaya dalam pesonamu.

 

Bang Asa melemparkan pertanyaan, “Apa yang sudah kita tulis selama ini tentang Tanah Laut?’. Bang Asa menantang kembali agar kami menulis dengan diawali kata “Tanah Laut”. Dan saya menulis sebagai berikut:

 

Tanah Laut kota kebanggaan. Aku datang sebelum mengenalmu. Melepaskan dahaga dengan segarnya air dari bumimu. Aku tumbuh dalam pelukanmu, kau saksi perjalanan yang tertatih menata dan merangkai cita-cita. Dengan penuh rasa cinta kau memberikan berbagai jalan dan kemudahan bagi kehidupan anak-anak negeri. Tanah Laut berjuta mimpi akan terus diwujudkan.

 

Bang Asa kembali menantang kami untuk membuat sebuah puisi mengekspresikan perasaan masing-masing.

 

 

 

 

Pertemuan Terlarang

Dewi Nur Utami

 

Ruang  ini sunyi, tak bertuan

Gelak tawa, suara menggemaskan lama tak terdengar

Sekuat apapun ingin, masih terlarang

Sebesar apapun rindu, tak berani menanggung

 

Batu-batu dihalaman menjadi saksi kerinduan

Pada jejak kaki-kaki mungil yang terbiasa kesana kemari

Menikmati seluruh penjuru

Mengukir cerita dalam memori sendiri

 

Benda pipih berlayar gelap

Menjadi jembatan penyalur rindu

Celoteh kini hanya pada deretan huruf demi huruf disana

Apa jadi saat dia belum makan, rindu tak bisa terhubung

 

Sekali dua kali menatap wajah-wajah imut menggemaskan

Mendengarkan celoteh mereka dari layar pipih

Berharap mengurangi rindu

Walau nyatanya semakin menggunung pilu

 

Tenang sayang, semua demi kalian

Bersabar dengan rindu

Kita panjatkan selalu bait demi bait doa

agar pertemuan nyata tak jadi larangan

 

Jorong, 15 Juli 2021

 

Bionarasi penulis:

Dewi Nur utami, Lahir di Garut, 06 Mei 1989. Seorang Guru di UPTD SDN Muara Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut. Karya sastra yang telah dibukukan antara lain Love Lines (Antologi puisi hasil  lomba #Unexpectedlove ellunar, 2017), Derai-Derai Lampu (Antologi Juara Lomba Puisi Cinta WR Academy, 2020), Tears Of Love (Antologi Cerpen Batch 26 Kelompok 43 KMO Indonesia, 2020), Guratan Pena Banua (Antologi Cerpen Bubuhan banjar, 2021), Menerabas Terali Jiwa (Antologi Cerpen Ikatan Penulis Tanah Laut, 2021), dan 8 buku Antologi lainnya. Bisa dihubungi melalui email : dewifithria.spd@gmail.com dan FB Dewi Nur Utami.

 

 

                Selanjutnya bang Asa menantang merangkai tiga kata yang terdiri dari kata benda, kata kerja dan kata sifat. Saya menulis Gawai Mengurangi Rindu menjadi Rindu dikurangi Gawai menjadi kurangnya Rindu oleh gawai. Hal ini merupakan trik menentukan diksi pada puisi. Pemilihan diksi memang memerlukan keberanian. Berlatih memainkan posisi kata sebagai sandingan kata yang lain. Selain itu kurangi penggunaan kata ganti atau kata petunjuk, serta kurangi kata hubung.

 

                Demikian hasil kegiatan pertemuan kedua Tala Writing Supercamp, terima kasih Bang Asa atas tantangan-tantangan yang diberikan, memantapkan niat untuk konsisten menulis setiap hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  TULISLAH JANGAN TAKUT (Resume kegiatan kedua) Dewi Nur Utami Fithria                   Rabu, 14 Juli 2021 pertemuan kedua dilaksan...