Jumat, 09 Juli 2021

Tulis dan Tulis Saja, Menulis Itu Mudah

 

Tulis dan Tulis Saja

Dewi Nur Utami Fithria

(Refleksi Kegiatan Pertama Tala Writing Supercamp)

 

Semua dimulai saat IPTL membuka TALA WRITING SUPERCAMP, hari itu tanggal 10 Juni 2021 saya bergabung melalui tautan yang ada dalam form pendaftaran. Setelah mendaftar, ada masa tunggu untuk memulai kegiatan, hingga akhirnya pada hari Kamis tanggal 8 Juli 2021 ada pengumuman untuk kegiatan pertama dan pembukaan pelatihan akan dilaksanakan secara virtual via zoom. Disebarlah flyer kegiatan dengan foto narasumber yaitu Prof. Dr. Ersis Warmansyah Abbas, M.Pd. Saat melihat foto  beliau, saya merasa sangat familiar dan sering melihat beliau diberbagai media. Saat itu yang melekat diingatan saya beliau adalah penulis yang terkenal dan pasti sangat menginspirasi. Tetapi ada satu hal yang menurut saya memalukan bagi saya lulusan ULM, yaitu saya  baru tahu beliau adalah salah satu dosen di ULM.

 Sampailah pada malam sabtu, 9 Juli 2021 pukul 19.30 Wita, kegiatan dimulai dengan peresmian pembukaan kegiatan. Akhirnya sampai pada kegiatan inti, narasumber menyampaikan materi. Di awal penyampaian materi saya merasa tegang, karena dipikiran saya muncul bahwa beliau adalah dosen yang sangat tegas. Saya sangat setuju dengan prinsip beliau tentang kedisiplinan, mulailah acara sesuai dengan jadwalnya, tidak perlu menunggu peserta. Kita tentunya sangat sering menemui kegiatan yang dijadwalkan pukul 09.00 Wita tetapi baru dimulai pukul 10.00 Wita  karena menunggu peserta yang biasa menggunakan jam karet. Sangat sering saya harus menunggu lebih dari 1 jam untuk suatu kegiatan. Bentuk toleransi terhadap keterlambatan inilah sebenarnya pemicu budaya terlambat di negara kita. Seandainya setiap acara dimulai tepat sesuai jadwal, pastinya peserta yang mengikuti akan berlomba-lomba datang lebih awal. Saya jadi teringat ucapan seorang guru, “lebih baik menunggu 1 jam daripada terlambat 1 menit.”

Prof. Memaparkan mengenai menulis itu mudah. Menulis adalah kegiatan wajib sehari-hari kita. Saat kita mengunjungi suatu tempat, misalnya pantai. Maka kita harus menghadirkan mata kita untuk melihat pantai bukan membayangkan gunung. Saat kita mendengar suara ombak, maka kita menghadirkan indera pendengar kita untuk merekamnya. Semua indera kita harus dihadirkan, demikian juga dengan pikiran, perasaan dan jiwa kita. Ketika semua sudah kita rekam di memori kita, maka secepatnya kita tuangkan dalam bentuk tulisan. Kita tidak boleh merasa takut kalau tulisan kita itu salah, selama kita menulis dengan kejujuran maka tidak ada tulisan yang salah. Tulis dan tulis saja apa yang telah indera kita tangkap. Biarkan setiap pengalaman melekat pada diri kita sehingga kita tidak merasa sulit untuk menuliskannya. Semua berawal dari input yang baik, berlanjut pada proses, dan berakhir dengan hasil yang sesuai harapan. Ketika hasil yang kita harapkan tidak sesuai harapan, jangan putus semangat, kita perlu untuk terus belajar.

Sepanjang pemaparan beliau dan sesi menjawab pertanyaan, saya menyadari bahwa banyak hal yang dekat dan sering kita gunakan dalam kehidupan sehari - hari tidak kita kenal dengan baik. Itulah penyebabnya saat kita menulis, selalu ada saja alasan untuk berhenti, selalu saja ada alasan untuk tidak menulis kembali. Semua itu ternyata karena input kita yang sangat kurang, kita merasa sudah memiliki pengetahuan, sehingga merasa tidak perlu mencari mengenai hal-hal sederhana. Padahal suatu tulisan yang bermakna seringkali datang dari hal sederhana. Semua pemaparan pada kegiatan pertama ini menjadi suntikan semangat bagi saya untuk bisa menulis dan terus menulis. Sematkan dalam pikiran, “menulis itu mudah”. Maka semuanya akan terasa mudah. Jadi tidak sabar dengan kegiatan berikutnya. Dan ternyata Prof. Ersis sangat menyenangkan, penjelasan beliau mudah dipahami karena selalu mengambil contoh yang dekat dengan diri kita, kita bisa langsung melihat objek tanpa harus membayangkan dalam angan-angan. Selain mendapat pengetahuan mengenai kepenulisan, dari kegiatan ini saya mendapatkan cara mengajar yang menyenangkan. Terima kasih Prof.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  TULISLAH JANGAN TAKUT (Resume kegiatan kedua) Dewi Nur Utami Fithria                   Rabu, 14 Juli 2021 pertemuan kedua dilaksan...